Apa sih yang bisa dilakukan mahasiswa dengan status yang disandangnya selain kuliah? Demo, mengkritik kebijakan, hangout, acuh, atau apa? Ihh, Eky apa sih bahasannya serius amat. Bukan mau sok serius atau gimana. Saya saat ini kebetulan menyandang status sebagai mahasiswi. Oke, tidak ada yang kebetulan. Semua ini sudah digariskan. Saya memang masih terhitung maba, namun berdasarkan pengalaman lima bulan kuliah kurang lebih saya mendapat pengetahuan baru. Dari mulai ospek, kuliah di kelas, diskusi, seminar, hingga dari organisasi yang saya ikuti saya sering mendengar bahwa mahasiswa adalah agen perubahan, penyambung lidah rakyat, harapan bangsa, dll, dll.
Istilah pertama, mahasiswa sebagai agen perubahan, agent of change. Dari istilah ini seakan mahasiswa adalah tonggak perubahan suatu peradaban. Tidak keliru memang bila dibilang demikian. Ingat Budi Utomo, motornya adalah pemuda yang umurnya ya umur-umur mahasiswa. Indonesia bisa lepas dari penjajahan Belanda dan Jepang juga berkat usaha gigih para kawula muda masa itu. Lalu ingat lagi semangat Bung Karno, Bung Hatta, dkk ketika berjuang mereka semua usianya usia mahasiswa gini kan. Lalu ada lagi Soe Hok Gie, dan yang paling berasa adalah pada saat tragedi 98 ketika mahasiswa menggulirkan rezim Soeharto. Mereka menuntut reformasi. Dan usaha mereka tidak sia-sia. See, kini demokrasi benar-benar berdaulat di negara kita.
Istilah lain yang sering diucapkan adalah mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat. Contoh mudahnya adalah dengan adanya aksi yang sering digelar. Maksudnya adalah mahasiswa menampung aspirasi rakyat kemudian disampaikan kepada pemerintah. Salah satunya ialah dengan menggelar aksi. Misal saja pemerintah mengeluarkan kebijakan yang bakal merugikan rakyat, di sinilah peran mahasiswa untuk melakukan protes.
Namun, kini banyak yang mengeluhkan kurangnya peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak mahasiswa kini terlena oleh fasilitas yang semakin canggih. Tidak sedikit bahkan yang acuh terhadap sekitarnya dan hanya mementingkan diri sendiri saja. Yang penting kuliah, lulus dengan IPK bagus, dapat kerja dengan gaji tinggi, setelah itu sudah. Bahkan berdasarkan survei yang pernah dilakukan oleh salah satu pers kampus, minat mahasiswa untuk aktif di organisasi berkurang. Rata-rata lebih mementingkan prestasi akademik.
Padahal dari organisasi ada banyak hal yang bisa didapat yang tidak ada dalam kuliah di kelas dan mengerjakan tugas saja. Terkadang, Ipk yang bagus saja tidak cukup untuk sukses. Karena nantinya kita juga akan hidup di masyarakat. Dunia kerja saja tidak seperti dunia kuliah di kelas. Apalagi bagi yang berminat jadi wirausaha, jangan harap nilai bagus merupakan bekal yang cukup untuk membangun bisnis.
Kuliah di dalam kelas, mengerjakan tugas dari dosen dengan baik, mengejar nilai tinggi, tidak ada yang salah dengan pilihan itu. Itu juga penting, karena otak kita perlu update ilmu baru. Tapi, yang salah adalah jika hanya mengandalkan nilai. Itu yang keliru. Selagi muda, selagi ada kesempatan, bekalilah diri dengan bekal sebanyak-banyaknya selagi ada kesempatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar