Selasa, 06 Januari 2015

Mata Kuliah Avertebra Air

Avertebrata air adalah salah satu mata kuliah yang harus ditempuh bila kamu kuliah di jurusan perikanan. Di UGM, jurusan perikanan memiliki tiga prodi, Budidaya Perikanan (BDP), Manajemen Sumber Daya Perikanan (MSP), dan Teknologi Hasil Perikanan (THP). Pada tahun pertama, ketiga prodi tersebut masih mendapat mata kuliah yang sama, belum spesifik sesuai prodinya. Ibaratnya, masih kenalan dulu lah sama perikanan. Salah satu mata kuliah itu adalah avertebrata air (aver).

Avertebrata air artinya adalah hewan tak bertulang belakang yang hidup di air. Bahasannya meliputi semua hewan avertebrata khususnya yang habitatnya di air, baik tawar, laut, maupun payau. Ada berbagai filum yang telah kami pelajari. Mulai dari porifera, coelenterata, plathyhelminthes, annelida, echinodermata, arthropoda (mikro arthropoda dan makro arthropoda). Kurang lebih sih itu ya, kalau ada yang ketinggalan yaa maaf nama juga manusia lupa itu manusiawi *ngeles.

Kenapa ikan nggak termasuk? Perlu diingat, ikan memiliki tulang belakang jadi dia masuknya vertebrata. Lagi pula, pada semester dua akan ada bahasan tersendiri mengenai ikan yakni dalam mata kuliah ichtiology. Seperti apa itu? Hmm, saya belum mengalami karena saya baru semester satu.

Mata kuliah aver ini terdiri dari tiga SKS. Dua SKS kuliah di kelas dan satu SKS praktikum di laboratorium. Untuk bisa sukses dalam matkul ini, dibutuhkan pemahaman dan hafalan yang oke. Jika hanya paham garis besarnya tapi tidak hafal detailnya akan sulit karena morfologi dan fisiologi hewan menjadi pokok bahasan juga. So, jangan benci hafalan ya kalau mau sukses kuliah di perikanan.

Kuliah di kelas... yah so far so good. Nggak beda sama kuliah seperti biasanya. Dosen pakai slide, menerangkan, mahasiswa duduk manis memperhatikan sambil mencatat bila mau. Karena nanti ketika akan ujian juga dosen memberikan slidenya kok. Jadi, urusan catat mencatat menjadi urusan masing-masing yee. Nah, praktikumnya ini yang sesuatu banget. Hehe...

Jadi, sebelum praktikum ada pretest mengenai objek yang akan menjadi topik hari itu. Pretest ini nggak sembarangan loh. Kita musti belajar dengan baik, malahan kita musti ngafalin itu klasifikasinya, morfologinya, pokoknya musti kepoin objek praktikum itu. Selesai pretest, kakak asisten akan menyuruh menggambar hewan di buku laporan. Lalu, mereka akan menyuruh kita maju untuk menuliskan klasifikasi serta bagian tubub hewan. Nanti dapat poin kok buat yang maju, namanya poin keaktifan. Kalau masalah klasifikasi dan morfologi udah kelar, lanjut ke informasi tambahan.

Info tambahan ini biasanya isinya tentang habitat, makanan, siklus hidup, cara berkembang biak, pokoknya ya info tentang itu objek deh. Di sini praktikan bisa angkat tangan kok kalau tau something dan pingin dishare gitu. Nanti dapet poin keaktifan, gunanya poin ini lumayan buat tambah-tambah nilai. Kalo udah kelar, terakhir kita suruh deskripsiin preparat yang ada di meja praktikum. Pada fase ini kita seolah nggak tau apa-apa tentang objek itu. Jadi kita mendeskripsikan objek itu apa adanya sesuai apa yang kita lihat. Nggak boleh nyebutin itu spesies apa. Buat bikin subjek pakenya "spesies ini".

Rada susah sih, secara kita udah ngeh sama objeknya terus suruh tau-tau nggak ngerti apa-apa. Kalo saya sih, suka nyuri-nyuri waktu gitu, jadi di sela-sela asisten menjelaskan saya suka nulis deskripsi. Nanti biar waktunya nulis deskripsi saya tinggal duduk manis belajar buat post test.

Oh iya setiap habis praktikum ada post test. Iya tentang apa yang udah dipraktikumin aja kok. Kelar itu, praktikum selesai dan kita boleh enyah dari lab. Paling yang piket suruh bersihin preparat sama nyapu-nyapu aja kok.

Parktikum aver tempatnya di lab Hidrologi lantai dua gedung perikanan (A4). Durasinya sih kondisional tergantung objek.  Normalnya dari pukul 13.30-16.00. Selama praktikum wajib pakai jas lab, cocard, dan sandal jepit khusus yang hanya buat di lab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar