Minggu, 11 Januari 2015

Semoga Bahagia :')

Apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu menoleh kemari. Oke, aku tau ini cinta diam-diam. Dan aku juga tau agamaku mengajarkan bahwa sebaik-baiknya cinta adalah cinta yang dijaga dalam diam. Aku pun tau bahwa sebaik-baiknya mencitai seseorang adalah dengan mendoakannya. Aku tau, hati ini selalu berubah-ubah. Aku tau tempat terbaik untuk menitipkan cintaku adalah di langit. Dan aku sangat tau bahwa yang paling bisa dipercaya untuk kutitipkan pesan cinta ini adalah Tuhan. Aku tau semua itu. Tapi apa kamu tau? Oke, aku juga tau bahwa ketika aku menyimpan cinta ini aku sedang berjihad.

Tapi, kamu perlu tau bahwa aku juga manusia biasa. Aku bukan nabi, aku juga bukan malaikat. Tapi aku tidak tau bagaimana caranya supaya kamu bisa tau. Ah, kadang aku menyesali pertemuan itu. Kenapa kita harus bertemu? Kenapa kamu harus begitu gentle? Kenapa kamu harus membuat aku melting? Kenapa kamu harus membuat aku tersiksa karena menyukaimu. Dan rasa suka itu seperti benih yang ditabur di hati yang tandus. Sikapmu kepadaku seperti air yang nenghujani tanah tempat benih itu bertumbuh. Dan percayakah kamu benih itu benar-benar tumbuh? Sekalipun tanahnya tandus, bila dihujani, dipupuk, dan dirawat tentu akan tumbuh juga toh. Dan bukan hanya bertumbuh, tapi juga berkembang. Dari yang awalnya suka, jadi sayang, dan kini jadi cinta.

Dan cinta itu kini terpenjara asal kamu tau. Dan yang memenjarakannya adalah, aku. Aku mengurungnya dalam diam ini. Aku tau kita hanya teman, we are just friends. Enough. But, satu hal yang kamu perlu tau kamu baik. Kamu salah satu cowok paling baik yang pernah aku temuin. Aku bersyukur karena aku pernah suka sama kamu yang notabene anak baik. Setidaknya aku nggak suka sama orang yang salah. Tapi, melihat perkembangan hubungan kita yang aku tau bakalan stuck di sini aja, aku memutuskan untuk menyudahi semua ini. Penantian ini, doa-doa ini, harapan ini. Terlebih ketika aku tau bahwa kamu sudah memiliki benih yang kamu tabur sendiri dan aku aku tau itu bukan buat aku. Well, aku yakin dia orangnya baik. Aku yakin kalo kalian jadian kalian pasti bahagia.

Para pejuang cinta, kalian mungkin akan menyalahkan aku. Kalian mungkin akan menganggap aku begitu lemah dan mudah sekali menyerah. Tapi perlu kalian ketahui bahwa aku ini wanita. Aku tidak bisa duduk diam dan menanti untuk waktu yang tidak tau sampai kapan. Aku pun tidak ingin memperjuangkan cinta yang mungkin memang tidak layak untuk aku perjuangkan. Satu yang mungkin baik untuk dilakukan saat ini adalah merelakannya. Berdoa untuk kamu dan dia. Semoga bahagia. Aku akan menemukan cinta lainnya yang memang pantas untuk aku perjuangkan, lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar